Rabu, 06 Agustus 2014

6 Agustus 2014



Syukur dipanjatkan kepada maha pemilik kehidupan, pemilik raga, pemilik nafas yang berhembus hilir mudik menembus rongga dada; juga pemilik rasa yang senantiasa menanamkan keyakinan luhur, hingga aku bisa menikmati kenikmatan, keindahan dan kemurahan. Tuhan, terimakasih sudah mengizinkanku hidup sampai kini. Maafkan aku yang alpa, aku gila dan hina. Tapi engkau masih percaya padaku untuk masih memiliki ruh dan jasad ini.

Terimakasih banyak, sebanyak tak terkira kepada sanak saudara, sahabat dan teman-teman seperjuangan, dan banyak yang mungkin hanya kenal tanpa mengenalku luar dalam; atas do'a yang di haturkan di waktu kelahiran seorang Aziz Tanggoli, anak manusia. Semoga do'a yang terapal menjadi mustajab dan mabrur. Sehingga do'a kalian kemudian kembali pada kalian. Maafkan jika kegilaanku pernah melukai perasaan, mengingkari keluhungan budi dan menodai pekerti. Aku hanya manusia biasa.

Akhirnya, pada Allah, Tuhanku; aku mengucap syukur atas nikmat umur. Semoga siapapun aku dan makhluk yang bernyawa lainnya senantiasa menyukuri, menikmatinya dengan gembira, memanfaatkanya untuk kebaikan, sampai mengingatnya untuk kematian. Tiada Tuhan, selain Allah pencipta semesta alam.
Baca selengkapnya » 0 komentar

Kamis, 10 Juli 2014

Pada Tuhan Untuk Palestina

Oleh: Aziz Tanggoli

Darah membeku raga menegang
Nyawa binasa mati meregang
Langit tak lagi biru, hitam dibalut abu
Pelecehan, pemerkosaan, pembunuhan, pembantaian; besar-besaran

Dunia tak lagi damai, berserak bangkai-bangkai
Disiksa, dihujam, dihunus pedang, di tembus peluru di dada bersarang
Tuhan, ampuni mereka yang sekarat
Binasakan mereka yang laknat

Tak terhinakah engkau, Tuhan?
Ini bumimu; milik-Mu
Aku mohon pada-Mu, saksikan mereka diujung perang
Adili dengan adil, adil seadil-adilnya, Tuhan..

Bandung, Indonesia, 10 Juli 2014

***
Puisi ini didedikasikan untuk saudara-saudaraku di Palestina, di Gaza.
Aku menangis melihat dunia tak lagi aman bagi mereka warga Palestina. Terutama yang berada di jalur Gaza. Aku berdo'a untuk mereka, pada Tuhan, semoga Tuhan mengadili apa yang kita saksikan saat ini. Aku dan kalian pun yakin, bahwa Tuhan tidaklah buta, tuli, dan tak peduli. Tuhan, tau, dengar dan saksikan. Kelak kekacauan ini akan dipertanggungjawabkan.

#PrayForGaza #PrayForPalestine #SaveGaza #SavePalestine

Baca selengkapnya » 0 komentar

Sabtu, 07 Juni 2014

Cita-Cita Kecil



Gambar Dari:  
omenkstory.wordpress.com


Pernahkah kalian mempunyai keinginan atau sebuah harapan di masa kecil? Tentu pernah. Keinginan atau harapan itu disebut cita-cita. Daya khayal yang tinggi, eksplorasi pengetahuan melanglangi dunia imajinasi. Ketidak masuk akal-an seolah sah, dan tidak mendapati sanksi apapun. Kita bebas berkhayal, kita bebas bermimpi dan kita bebas melakukan apapun dalam sisi imajinasi kita. Betapa bebasnya anak kecil. Mimpi terlalu tinggi pun tak takut jatuh. Semuanya indah, tak ada yang membatasi keindahan itu.


Aku pernah ditanya oleh guruku semasa SD. Waktu itu sedang belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Semua murid ditanya soal apa cita-cita mereka. Si murid harus mendeskripsikan cita-citanya itu di depan kelas, di depan teman-temannya. Aku kebagian paling awal. Kenapa selalu aku yang menjadi korban. Selalu begitu. Aku selalu menjadi orang pertama dalam hal apapun; abseni siswa: aku urutan pertama, karena namaku satu-satunya yang berawalan “A”. Ketika mengerjakan soal-soal matematika di papan tulis, aku juga yang pertama di panggil, karena di absensi itulah namaku yang pertama. Kadang aku merasa paling sial. Selama beberapa caturwulan selalu aku yang menjadi kelinci percobaan.
Seorang anak berusia sembilan tahun ditanya oleh gurunya.
“Aziz, apa cita-citamu, nak?”
“Aku ingin menjadi seorang penulis?” jawabku dengan penuh percaya diri.
“Kenapa kamu ingin jadi penulis?
“Karena aku suka menulis, bu.”
“Tulisan apa yang sudah kamu buat, nak?”
“Aku menulis puisi, bu.”
“Bagus, nak. Lanjutkan! Jadilah kau seorang penulis!”
Aku mengangguk polos. Padahal sebenarnya aku hanya suka menulis puisi, tanpa tahu kalo menulis itu bisa menjadi propesi. Selanjutnya absen kedua; Dedi, dia ingin jadi dokter, Juanda; ingin jadi polisi, Muttaqin; ingin jadi pilot, dan semuanya pun teman-temanku mempunyai cita-cita. Meskipun kami waktu itu mempunyai cita-cita, kami terlalu lugu untuk mengerti bagaimana caranya untuk mewujudkan cita-cita itu. Bahkan seringkali setiap ditanya tentang apa cita-cita kalian? Masing-masing dari kami menjawab cita-cita kami yang lain. Yah, setiap hari cita-cita kami berubah-ubah.Kan anak kecil, jadi bebas, ya.
Betul, aku suka sekali merangkai kata. Rangkaian kata itu kita sebut puisi. Ya, aku suka bikin puisi. Puisi tentang apapun; tentang hujan, petir, kemarau, pohon, daun, sawah, ladang, kebun, dan apapun. Semuanya aku tulis. Keranjingan; barangkali itu yang tepat untuk menyebutnya. Aku menulis dimana saja; di papan tulis, di bangku, di tembok sekolah, di dalam WC, dan dimana-mana. Buku catatan pelajaranku isinya semua puisi dan cerita-cerita tentang kejadian yang aku alami. Buku catatan pelajaran beralih fungsi menjadi buku diary.
Suatu ketika di dalam kelas sedang belajar IPA.
“Anak-anak, kumpulkan PR-nya!” Perintah bu guru.
“Iya, bu .. “ Anak-anak menjawab. Kecuali aku. Kenapa? Karena aku belum mengerjakan PR.
Aku cemas. Ini adalah kebiasaanku; jarang sekali mengerjakan PR. Biasanya aku kerjakan di sekolah, beberapa saat sebelum mata pelajaran itu dimulai. PR, singkatan dari ‘Pekerjaan Rumah,’ beda untuku, jadi PS, alias ‘Pekerjaan Sekolah’ atau PSP, ‘Pekerjaan Sebelum Pelajaran’. Aku kebanyakan nulis, main PS sama PSP, eh, dulu belum ada, ada juga Gemebout. Itu kebiasaan buruk. Jangan ditiru, ya.
“Aziz, PR kamu mana?” Bu guru memanggil.
“Be .. be .. be .. be .. lum, bu.” Jawabku gagap.
“Apaaaaaaaa??!!” Si ibu menunjukan ekspresi marah di wajahnya.
Aku takut, dan tertunduk.
“Ibu liat, mana buku catatan kamu?”
“Ini, bu.” Aku serahkan buka itu.
Si ibu kemudian diam. Berhenti marah. Dia buka buku catatan itu, lembar demi lembar. Kemudian dia tersenyum. Sambil terus membuka lembarannya si ibu memanggilku.
“Kemari kamu, nak!” Suruh ibu guru.
Aku takut kalau dia akan marah lagi dan akan menghukumku karena belum mengerjakan PR. Aku melangkahkan kaki dengan hati was-was. Aku berjalan mendekatinya. Kemudian sampailah disampingnya dengan gelisah. Apalagi, di depan sudah di siapkan jidar atau penggaris besar terbuat dari kayu. Sudah pasti keras. Jidar itu sering digunakan untuk memukul betis siswa yang nakal atau mendapatkan hukuman.
Aku diam saja.
“Ini, kamu yang bikin?” Tanya bu guru.
“Iya, bu.” Kataku, masih takut.
“Jangan takut, ibu gak marah kok soal kamu tidak mengerjakan PR.”
“Hah?!”
“Asal kamu mau membacakan satu karya kamu ini di depan teman-temanmu. Bagaimana?”
“Iya, bu.” Jawabku, bersemangat.
Tawaran yang harus dimanfaatkan. Jarang sekali orang bisa terbebas dari hukuman dengan hanya membacakan puisi. Itu mudah. Langsung saja aku ambil buku catatanku dari bu guru. Kedepan. Kumulai dengan menghela nafas agak panjang, supaya aku siap dan tidak gugup. Kulihat anak-anak begitu antusias. Wajah polosnya terlihat sangat lugu dan tak sabar ingin melihat bagaimana aku membacakan puisi.Mulai beraksi.
SAHABAT
Oleh: Aziz Tanggoli
Sahabat, kau lebih dari sekedar teman
Kau papah aku saat kakiku terkilir
Kau jenguk aku ketika sakit
Kau beri aku obat

Sahabat, kau lebih dari sekedar teman
Kau selalu ada ketika aku ingin jajan
Kau tahu aku tak punya uang
Kau beri aku uang

Sahabat, kau lebih dari sekedar teman
Kau tahu ketika aku lapar
Kau tahu aku tak punya makanan
Kau beri aku cemilan
Oh, Sahabat, kau memang baik

Babakan Kiara, 05 Januari 1999
Itulah puisi yang aku bacakan. Sebenarnya aku hanya menuliskannya. Hanya menulis apa yang sedang aku rasakan, aku alami dan aku tuliskan. Aku juga merasa apakah itu puisi yang bagus atau jelek. Tapi, yang jelas, aku lihat bu guru da nana-anak berdecak dan bertepuk tangan setelah selesai aku mambacakannya.
Jika nanti akutidak mengerjakan PR lagi, aku akan langsung ke depan kelas dan membacakan puisi. Setelah itu selesai. Aku bisa duduk dan terbebas dari hukuman.


***
Tulisan ini dibuat ketika penulis rindu masa kecilnya, yang polos, bahagia dan menyenangkan. Betapa masa kecil sungguh menjadi masa yang indah, tanpa beban kami bermimpi tinggi-tinggi, tanpa rasa takut yang mungkin suatu hari nanti rasa takut itu akan menghampiri. Ya, rasa takut untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Namun, satu hal yang harus kita ingat bahwa berani brmimpi adalah berani untuk maju. Mimpi akan terpatri dan mengembang menjadi sebuah cita-cita. Kejarlah, ciptalah, buktikan bahwa mimpi-mimpi itu akan segera terwujud!
Baca selengkapnya » 0 komentar

Sabtu, 03 Mei 2014

EVENT MUSIC METAL: "PAMANUKAN NGARIUNG SADULUR"

Kali ini ane mau share info EVENT MUSIC METAL. Nih, langsung aja!


PAMANUKAN NGARIUNG SADULUR with Line-Up:
BESIDE (Bandung), BLEEDING CORPSE (Bandung), PEGAT OTAK, DEVDAN (Bandung), UNDERPANTS, AMPUTASI VITAL, NIHIL HC, REPPED, AFTERSQUAD, RESIGE, LAST KILEED AILEEN, VIA44, BLOOD INFECTUS. NEED MORE BAND !!


Event ini akan digelar pada hari Minggu, 25 Mei 2014 di GOR SMAN 1 Pamanukan, Subang
Untuk informasi lebih jelas mengenai event ini, bisa hubungi kontak berikut:
08988399440 / 26CDA2A8 (Genggerong Merch)
087726688586 (Tori Atmaja)

Sekian info EVENT MUSIC METAL: "PAMANUKAN NGARIUNG SADULUR". Silahkan cek info event/lomba lainnya disini Event dan Lomba

Sumber:  acara-acara.com
Baca selengkapnya » 0 komentar

IMSCO (Islamic Medicine Scientific Competition) 2014

Salam... Nih, ane mau ngasih info lomba, yang di adain sama IMACO 2014.



Apa itu IMSCO? Adalah kepanjangan dari Islamic Medicine Scientific Competition. Kali ini mengadakan event/lomba essay ilmiah dan poster populer Islami.

Kalian mahasiswa kesehatan? Lomba ini terbuka untuk semua mahasiswa kesehatan di seluruh Indonesia.

Pada lomba kali ini, temanya: "Analisa Pengembangan Sistem Kesehatan Holistik di Masyarakat Ditinjau Berdasarkan Al Qur’an dan Hadist" Menarik, bukan?

Oh, iya, adapun sub-tema-nya, yaitu: "Kedokteran Keluarga", "Kesehatan Ibu dan Anak" dan "Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Keluarga dan Masyarakat." Silahkan dipilih salahsatunya.

Alur Lomba:
  1. Pendaftaran dan Penerimaan Karya. Isi Form Online dan Unduh Guideline lomba Disini. Kemudian kirim karya kalian ke email: imscokompetisi.2014@gmail.com (21 April-21 Mei)
  2. Komformasi Pengiriman Karya. Setelah karya kalian dikirim, segeralah komfirmasi ke nomor Contact Person dengan format: Nama_Judul Karya_Pilihan Lomba_Institusi (21 April-21 Mei)
  3. Penilaian dan Penjurian Karya. Karya yang telah diterima pihak IMSCO 2014 akan dipilih 3 terbaik pada masing-masing lomba oleh juri (22 Mei-31Mei)
  4. Pengumuman Pemenang Lomba. Pengumuman pemenang bisa dilihat di seluruh akun IMSCO 2014 (tumblr, facebook, twitter) pada tanggal 1 Juni 2014

TOTAL HADIAH JUTAAN RUPIAH!!!!!!!

Informasi lebih lanjut, hubungi CP: Arifinar: 085234939862 atau Shinta: 085649323574
Kalian juga bisa cek lebih jelas info lomba ini pada link berikut: http://imsco2014.tumblr.com

Sekian info lomba IMSCO (Islamic Medicine Scientific Competition) 2014. Silahkan cek info event/lomba lainnya disini Info Event dan Lomba.
Baca selengkapnya » 0 komentar

Pemimpin, Mahasiswa, Tuhan dan Neraka (Disela persiapan UTS, semester 4)

Gambar: dari google
Perhatian: Obrolan ini tidak penting untuk di simak!

"Besok itu ada ujian tengah semester. Terus kenapa gak belajar?" Katanya padaku.

"Bukan waktunya belajar, sekarang itu nyiapin mental sama nyiapin strategi biar posisi aman, besok." Jawabku.

"Lha, kok?" Dia pasang wajah melengo.

"Kenapa emang, ada masalah?" Tanyaku.

"Maksudnya, kamu mau nyontek?" Tanyanya, gusar, geram dan sedikit agak marah. Mungkin karena dia merasa orang paling suci di dunia. Tapi, kemudian dia diam, mungkin juga dia takut padaku. Karena orang bilang wajahku angker. Entah, biarlah.

Kemudian aku menjawab, "Posisi menentukan prestasi" Pungkasku. Lalu dia bangkit, mengacung tangan tak setuju.

Dia mau ngomong. Menyanggah atau apalah. Tapi dengan cepat aku tambahkan, "Biarlah seperti itu, kita kan sudah terlanjur dicontohi para pemimpin. Bukankah mereka juga seperti itu? Mereka saling berebut posisi, berebut kedudukan untuk menempati posisi aman; menurut mereka. Ya, meski dengan cara yang salah. Lha, mau bilang apa lagi, dosa? Mereka sudah tidak merasa berdosa. Itu kebiasaan yang sudah mengakar dan mendarah daging."

"Tapi, kan ..." Dia mencoba menyela.

"Tapi apa? Ini bicara soal kenyataan. Sudah terima saja. Mungkin aku dan mereka adalah ahli neraka."

Nanti ketika aku di tanya oleh Tuhan, "kenapa kamu berlaku curang?" Aku jawab simpel saja: "maaf Tuhan, aku hanya mengikuti contoh para pemimpinku. Kalo mau masukin ke neraka, silahkan mereka dulu, baru setelah itu aku."

Lalu, Tuhan pun merasa kasihan padaku, "Sudah, makan dulu saaanaah, biar nanti ku urus mereka para pemimpinmu yang curang itu. Aku sudah siapkan Timah panas dan gada besi untuk ku hadiahkan kepada mereka."

"Jadi, aku tidak jadi masuk nereka, Tuhan." Tanyaku polos.

"Eh, kamu juga nanti nyusul. Ku urus mereka dulu, baru setelah itu kau."

"Lalu, bagaimana nasibku, Tuhan." Temanku ikut bertanya pada Tuhan.

"Kau, juga nanti menyusul, ya. Kan kau juga ikut-ikutan nyontek pas di kelas. Kau tau nyontek itu gak boleh, kau sendiri ikut juga. Kau munafik. Jadi, kau lebih berat hukumannya."

Temanku, "Yasudahlah ..." Dia terlihat pasrah.

***
TAMAT

Ditulis saat malam hari saat persiapan untuk UTS besok hari. Oleh orang gila bernama Aziz Tanggoli. Dia adalah mahasiswa yang belum waras, ya, dia masih gila dan katanya sedang mencari kewarasan yang sejati. Entah apa yang dibicarakannya. Dia ngawur dan semaunya. Begitulah dia, aneh dan gila. Jadi tolong kalau ketemu orang ini di jalan, suruh dia wudhu dan sholat, biar dia tobat. Tolong ingatkan juga kalo orang tuanya sedang menunggu untuk melihat anaknya sukses. Jadi, ingatkan supaya buru-buru lulus, cari duit yang banyak, cari kebahagian selain duit, cari calon istri yang sholehah, cari istri yang sholehah, punya anak yang baik; sholeh, solehah; dan bahagiakan orang tua dengan segala cara sebelum mereka atau dia sendiri yang akan lebih dulu meninggal dunia.

Sudah, itu saja pesan saya; pesan yang saya sampaikan untuk saya sendiri. Semoga saya semakin waras, waras, dan waras yang sebenarnya. Sekian, terimakasih!

24/03/2014
Baca selengkapnya » 1 komentar

Kamis, 01 Mei 2014

MERAH DELIMA (Mainan Masa Kecil Yang Bercahaya)

Gambar: diambil dari google
Tiba-tiba, teringat Aziz Tanggoli kecil ...

Hanya curhat saja ..

          Dulu, waktu kecil saya pernah memiliki batu Merah Delima. Saya kurang ingat waktu bagaimana menemukannya. Karena itu sudah sangat lama. Itu waktu saya unyu, sekarang juga sebenarnya masih unyu. Itu kata saya sendiri. Sedang saya ingat-ingat.

          Oh, iya, batu merah delima ini, diIndonesia, di pasaran atau dikalangan pecinta batu lebih dikenal dengan sebutan batu Ruby.

          Suatu ketika tidak sengaja awalnya terjatuh kedalam bak mesjid (tempat mandi dan berwudhu). Tiba-tiba batu itu memancarkan cahaya merah terang, berkilau. Lalu dengan polos saya memainkannya, karena saya pikir hanyalah sebuah mainan yang menyala dengan bantuan baterai. Batu itu saya bawa kemana-mana, kalau ada air saya masukan kedalamnya dan kegirangan sebagaimana anak kecil yang asik dengan mainannya.

          Tapi sayang, batu itu entah kemana sekarang. Dia menghilang. Saya sedang mengingat-ngingat bagaimana cara dia menghilang. Mungkin waktu itu saya buang karena bosan.

          Waktu itu saya tidak tau istilah batu mustika merah delima. Jika saja tau, mungkin tidak akan hilang.

          Mengenai batu ini, saya hanya mengagumi keindahannya. Masalah simpang siur kegunaan dan isu mistis tentangnya, saya tidak begitu peduli.

          Katanya, sekarang batu mustika merah delima sedang dicari-cari banyak orang. Mereka mencari kesana kemari batu itu untuk kepentingannya masing-masing: ada yang hanya sekedar koleksi, ada yang berbisnis, dibuat perhiasan, ada pula yang menggunakannya untuk hal-hal yang dibilang mistis. Entahlah.

          Konon katanya batu mustika merah delima ini dapat meningkatkan kewibawaan pemiliknya, dan katanya pula bisa menjadikan seseorang kebal. Dan lain-lain. Itu juga katanya. Jangan pernah terpengaruh. Karena belum tentu kebenarannya seperti itu. Dan harganya itu bisa mencapai ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Fantastis, bukan.

          Ah, soal dikait-kaitkan dengan halgaib atau mistis, itu mah terserah kita masing-masing. Tergantung bagaimana keyakinan kita saja. Namun, terlepas dari itu, batu merah delima ini faktanya terbentuk dari fenomena alam yang panjang, sehingga menghasilkan bentuk yang menarik dan menawan.

          Yang jelas aku pernah memilikinya. Mungkin suatu saat nanti, juga.
         
          Ah, aku rindu mainan masa kecilku ..
         
Pesan: Jangan pernah berpikir dan memutuskan untuk musyrik setelah membaca tulisan ini!

Catatan ini ditulis oleh orang gila bernama Aziz Tanggoli ketika ngahuleung jentul di kamar kostan. Karena sedang libur kuliah, hari sabtu. Orang gila ini tiba-tiba teringat masa kecilnya yang kurang bahagia. Dan teringat pula pada mainannya ketika itu. Sebuah batu yang sekarang di cari orang, dulu baginya hanya sebuah mainan anak-anak, yang jika bosan ia buang.

Ditulis, 22/03/2014
Baca selengkapnya » 0 komentar

Copyright © Tanggoli Go Blog 2010

Template By NY