Tampilkan postingan dengan label Tutulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutulisan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Mei 2014

Pemimpin, Mahasiswa, Tuhan dan Neraka (Disela persiapan UTS, semester 4)

Gambar: dari google
Perhatian: Obrolan ini tidak penting untuk di simak!

"Besok itu ada ujian tengah semester. Terus kenapa gak belajar?" Katanya padaku.

"Bukan waktunya belajar, sekarang itu nyiapin mental sama nyiapin strategi biar posisi aman, besok." Jawabku.

"Lha, kok?" Dia pasang wajah melengo.

"Kenapa emang, ada masalah?" Tanyaku.

"Maksudnya, kamu mau nyontek?" Tanyanya, gusar, geram dan sedikit agak marah. Mungkin karena dia merasa orang paling suci di dunia. Tapi, kemudian dia diam, mungkin juga dia takut padaku. Karena orang bilang wajahku angker. Entah, biarlah.

Kemudian aku menjawab, "Posisi menentukan prestasi" Pungkasku. Lalu dia bangkit, mengacung tangan tak setuju.

Dia mau ngomong. Menyanggah atau apalah. Tapi dengan cepat aku tambahkan, "Biarlah seperti itu, kita kan sudah terlanjur dicontohi para pemimpin. Bukankah mereka juga seperti itu? Mereka saling berebut posisi, berebut kedudukan untuk menempati posisi aman; menurut mereka. Ya, meski dengan cara yang salah. Lha, mau bilang apa lagi, dosa? Mereka sudah tidak merasa berdosa. Itu kebiasaan yang sudah mengakar dan mendarah daging."

"Tapi, kan ..." Dia mencoba menyela.

"Tapi apa? Ini bicara soal kenyataan. Sudah terima saja. Mungkin aku dan mereka adalah ahli neraka."

Nanti ketika aku di tanya oleh Tuhan, "kenapa kamu berlaku curang?" Aku jawab simpel saja: "maaf Tuhan, aku hanya mengikuti contoh para pemimpinku. Kalo mau masukin ke neraka, silahkan mereka dulu, baru setelah itu aku."

Lalu, Tuhan pun merasa kasihan padaku, "Sudah, makan dulu saaanaah, biar nanti ku urus mereka para pemimpinmu yang curang itu. Aku sudah siapkan Timah panas dan gada besi untuk ku hadiahkan kepada mereka."

"Jadi, aku tidak jadi masuk nereka, Tuhan." Tanyaku polos.

"Eh, kamu juga nanti nyusul. Ku urus mereka dulu, baru setelah itu kau."

"Lalu, bagaimana nasibku, Tuhan." Temanku ikut bertanya pada Tuhan.

"Kau, juga nanti menyusul, ya. Kan kau juga ikut-ikutan nyontek pas di kelas. Kau tau nyontek itu gak boleh, kau sendiri ikut juga. Kau munafik. Jadi, kau lebih berat hukumannya."

Temanku, "Yasudahlah ..." Dia terlihat pasrah.

***
TAMAT

Ditulis saat malam hari saat persiapan untuk UTS besok hari. Oleh orang gila bernama Aziz Tanggoli. Dia adalah mahasiswa yang belum waras, ya, dia masih gila dan katanya sedang mencari kewarasan yang sejati. Entah apa yang dibicarakannya. Dia ngawur dan semaunya. Begitulah dia, aneh dan gila. Jadi tolong kalau ketemu orang ini di jalan, suruh dia wudhu dan sholat, biar dia tobat. Tolong ingatkan juga kalo orang tuanya sedang menunggu untuk melihat anaknya sukses. Jadi, ingatkan supaya buru-buru lulus, cari duit yang banyak, cari kebahagian selain duit, cari calon istri yang sholehah, cari istri yang sholehah, punya anak yang baik; sholeh, solehah; dan bahagiakan orang tua dengan segala cara sebelum mereka atau dia sendiri yang akan lebih dulu meninggal dunia.

Sudah, itu saja pesan saya; pesan yang saya sampaikan untuk saya sendiri. Semoga saya semakin waras, waras, dan waras yang sebenarnya. Sekian, terimakasih!

24/03/2014
Baca selengkapnya » 1 komentar

Kamis, 01 Mei 2014

MERAH DELIMA (Mainan Masa Kecil Yang Bercahaya)

Gambar: diambil dari google
Tiba-tiba, teringat Aziz Tanggoli kecil ...

Hanya curhat saja ..

          Dulu, waktu kecil saya pernah memiliki batu Merah Delima. Saya kurang ingat waktu bagaimana menemukannya. Karena itu sudah sangat lama. Itu waktu saya unyu, sekarang juga sebenarnya masih unyu. Itu kata saya sendiri. Sedang saya ingat-ingat.

          Oh, iya, batu merah delima ini, diIndonesia, di pasaran atau dikalangan pecinta batu lebih dikenal dengan sebutan batu Ruby.

          Suatu ketika tidak sengaja awalnya terjatuh kedalam bak mesjid (tempat mandi dan berwudhu). Tiba-tiba batu itu memancarkan cahaya merah terang, berkilau. Lalu dengan polos saya memainkannya, karena saya pikir hanyalah sebuah mainan yang menyala dengan bantuan baterai. Batu itu saya bawa kemana-mana, kalau ada air saya masukan kedalamnya dan kegirangan sebagaimana anak kecil yang asik dengan mainannya.

          Tapi sayang, batu itu entah kemana sekarang. Dia menghilang. Saya sedang mengingat-ngingat bagaimana cara dia menghilang. Mungkin waktu itu saya buang karena bosan.

          Waktu itu saya tidak tau istilah batu mustika merah delima. Jika saja tau, mungkin tidak akan hilang.

          Mengenai batu ini, saya hanya mengagumi keindahannya. Masalah simpang siur kegunaan dan isu mistis tentangnya, saya tidak begitu peduli.

          Katanya, sekarang batu mustika merah delima sedang dicari-cari banyak orang. Mereka mencari kesana kemari batu itu untuk kepentingannya masing-masing: ada yang hanya sekedar koleksi, ada yang berbisnis, dibuat perhiasan, ada pula yang menggunakannya untuk hal-hal yang dibilang mistis. Entahlah.

          Konon katanya batu mustika merah delima ini dapat meningkatkan kewibawaan pemiliknya, dan katanya pula bisa menjadikan seseorang kebal. Dan lain-lain. Itu juga katanya. Jangan pernah terpengaruh. Karena belum tentu kebenarannya seperti itu. Dan harganya itu bisa mencapai ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Fantastis, bukan.

          Ah, soal dikait-kaitkan dengan halgaib atau mistis, itu mah terserah kita masing-masing. Tergantung bagaimana keyakinan kita saja. Namun, terlepas dari itu, batu merah delima ini faktanya terbentuk dari fenomena alam yang panjang, sehingga menghasilkan bentuk yang menarik dan menawan.

          Yang jelas aku pernah memilikinya. Mungkin suatu saat nanti, juga.
         
          Ah, aku rindu mainan masa kecilku ..
         
Pesan: Jangan pernah berpikir dan memutuskan untuk musyrik setelah membaca tulisan ini!

Catatan ini ditulis oleh orang gila bernama Aziz Tanggoli ketika ngahuleung jentul di kamar kostan. Karena sedang libur kuliah, hari sabtu. Orang gila ini tiba-tiba teringat masa kecilnya yang kurang bahagia. Dan teringat pula pada mainannya ketika itu. Sebuah batu yang sekarang di cari orang, dulu baginya hanya sebuah mainan anak-anak, yang jika bosan ia buang.

Ditulis, 22/03/2014
Baca selengkapnya » 0 komentar

Minggu, 27 April 2014

Yang Jomblo Di Gazebo

Foto: Dari google
Malam ini, sabtu tanggal 26 april 2014. Ya, betul, sekarang malam minggu. Aku berkumpul bersama orang-orang jomblo di gazebo kampus. Ternyata setelah sekian lama nongkrong di gazebo, baru tahu kalo malam minggu disini rame banget. Rame sama jombloers. Heuheu. Udah kayak reuni jombloers aja. Ada banyak orang jomblo disini. Gazebonya ada 4, rata-rata diisi sekitar 10 orang. Jadi, sekitar 40 jombloers yang ngumpul disini. Ternyata lumayan banyak mahasiswa UIN Bandung yang jomblo, ya. Kasian. Hahaha

Lalu, aku? Apa aku jomblo? Entahlah. Bagiku itu tidak terlalu penting. Yang penting bagaimana aku sekarang nyaman dengan keadaanku dan berkarya tanpa harus terhambat oleh hal-hal begituan. Aku hanya ingin menikmati hidup, tak ingin diganggu dan tak ingin mengganggu orang lain, siapapun itu. Yang jelas, aku senang berada diantara sekumpulan makhluk jomblo malam minggu ini. Hehe

Mereka (jombloers) ngapain aja di gazebo? Ada yang internetan: nyari bahan buat tugas makalah, main facebook, twitter-an, main game online, ada yang donlot-donlot juga. Donlot apaan ya mblo? Hayooooo!!! Ada yang maen PES, ya elah mblo, maen PES juga kenapa harus di gazebo? Kan enakan di kostan sendiri. Ada juga yang ngadon dahar, balotram (makan-makan). Haduh, para jomblo ini kompak banget dah. Gak punya pasangan, jadi makannya sama temen-temen jomblonya. Tunggu, disini cuma ada cowok loh, gak ada cewek. Cowok sama cowok makan bareng di gazebo, tempatnya remang, gelap. Aduh, udah kayak....? Iiiiwwwuuuhhh

Tapi gak apa-apa lah, yang penting ngumpul. Gak macem-macem. Gak kek mereka yang pacaran, mungkin ngumpul juga, tapi ngumpul kebo. Gak semuanya, sih. Ah, sudahlah. Kami disini berkumpul dan bersilaturahmi. Kita jadi tau satu sama lain. Kenalan. Banyak dari jurusan-jurusan lain. Ketawa bareng, asik deh pokoknya. Ketimbang ngabisin waktu yang gak guna sama pacar yang belum tentu bakal jadi pasangan sah kita.

Ini bukan gerutuan seorang jomblo. Ya, kalo mau dibilang gitu juga gak apa-apa. Gak bakalan nambah atau ngurangin apap-apa dari kami. Kami juga gak melarang pacaran. Karena yang berhak melarang katanya agama.

Ah, sudah dulu, ya. Saya ingin kembali bercanda dengan para jombloers disini. Nah, buat kalian yang ingin gabung, silahkan dateng aja kesini [at] Gazebo UIN Bandung. Yang mau internetan, boleh. Ada banyak jaringan wifi yang pastinya gratis tis tis. Disediain sama kampus, pemerintah. Hatur tekngyu  pak Dedy Ismatuloh elaku Rektor UIN Bandung dan pak Rdwan Kamil, walikota Bandung yang udah memfasilitasi kami, internet. Nuhun pisan pak. Kami mati tanpa internet. Alah siah, heureuy ketang eta mah. Geus ah, gudbay sadayana. :D
Baca selengkapnya » 0 komentar

Quote Tentang Cinta

Foto: Dari google
"Cinta adalah sebuah kata yang maknanya lebih luas dari kata cinta itu sendiri" ~ Aziz Tanggoli

"Jika kau adalah seorang penyelam handal. Kau selami lautan hingga ke dasar. Tapi kau tak akan pernah mampu menyelami dalamnya Cinta" ~ Aziz Tanggoli

"Cinta bukanlah bicara tentang apa yang kita pikirkan, tapi tentang apa yang kita rasakan." ~ Aziz Tanggoli


Baca selengkapnya » 0 komentar

Copyright © Tanggoli Go Blog 2010

Template By NY